Aku ingin, tapi Tuhan tidak
(St.Nikson Silalahi/ HKBP Jatisampurna)
Sejak kecil tepatnya mulai SD (Sekolah Dasar) di SD Centre No. 030388 saya sudah terbiasa mendesak Tuhan untuk mengabulkan keinginanku. Mungkin karena dimasa itu kami sering terlibat kompetisi; baik untuk menjadi juara di kelas, juara cerdas cermat, juara lomba deklamasi, juara lomba beberapa cabang olahraga, dll; jadi aku paham betul keutamaan untuk meminta pertolongan Tuhan agar yang kuinginkan terkabul. Banyak hal yang kuingat betapa Tuhan mengabulkan banyak permintaan ataupun keinginanku utamanya masa-masa menjalani kehidupan pasca SD; masuk SMP, SMA, kuliah, dan akhirnya sampai menjalani masa-masa kehidupan saat ini; tetapi tentu banyak juga Tuhan tidak mengabulkan keinginan& permintaanku walaupun aku mendesaknya sudah sambil menangis.
Ada satu peristiwa yang masih jelas kuingat ketika membaca berita di Koran SIB (Sinar Indonesia Baru) yang mengumumkan namaku masuk sebagai salah satu yang diterima di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil di USU (Universitas Sumatera Utara) tahun 1993; aku langsung berlari naik ke loteng rumah kami di kampung Parongil (Kab.Dairi-Sumut) untuk berdoa laporan dan menyampaikan terima kasih pada Tuhan atas berhasilnya aku masuk universitas negeri, yg saat itu kami anggap pencapaian luar biasa. _Aku juga mengingat ketika tahun 2025 lalu anakku gagal masuk Akpol aku berdoa sambil menangis perih dalam duka dan ketika tahun ini anakku akhirnya menang masuk Akpol aku berdoa sambil menangis terharu dalam suka._ Benarlah bahwa Waktu Tuhan hanya tergantung pada Tuhan…
Tahun 2022 tepatnya 1 Agustus 2022 saking tak berdayanya diriku oleh keterpurukan ekonomi pasca Pilkada 2018 dan pasca Pilpres 2019 serta menjalani masa pandemic covid 2020-2022; aku sampai bernazar kepada Tuhan untuk tidak lagi makan makanan yg paling kusukai selama ini yakni daging Babi dan tidak lagi minum minuman yang paling kusukai selama ini yakni kopi; nazar itu kulakukan sebagai bentuk tangisanku agar Tuhan mengabulkan keinginan/permintaanku. Aku bersaksi tanggal 2 Agustus 2022 Tuhan mengabulkan doaku. Tentu sejak 1 Agustus 2022 dan selama hidupku aku tak lagi makan daging babi dan minum kopi. Artinya per hari ini 25 Oktober 2026, aku sudah lebih dari 4 tahun tidak pernah lagi memakan makanan yg paling kusukai sebelumnya dan minum minuman yang paling kusukai sebelumnya.
Dari perjalanan panjang mengajukan _bahkan mendesak_ berbagai keinginan/permintaan kepada Tuhan, akhirnya aku semakin mengerti rencana Tuhan memang tidak terselami tapi selalu yang terbaik untuk hidup kita. Banyak hal yang kuanggap kekecewaan dimasa lalu justru dimasa kini sesuatu yang kusyukuri, karena aku diberiNYA pemahaman ternyata hal itu yang terbaik untukku; aku juga percaya kalau hari ini aku belum paham dan belum menganggap sesuatu yang terjadi sebagai sesuatu yang terbaik, ini hanya soal waktu. Di masa yang akan datang aku pasti bersaksi semuanya ternyata yang terbaik adanya.
Hari-hari yang kita jalani saat ini semakin membuka mata iman kita bahwa sesungguhnya semua yang terjadi hanya atas seijinNYA. Itulah sebabnya kita butuh sesuatu cara mengambil hati Tuhan agar mengabulkan keinginan/permohonan kita. Sesuatu keinginan/permohonan yang selaras dengan keinginan Tuhan maka itulah yang akan terkabul; jadi kalau selama ini banyak keinginanku tidak dikabulkanNYA ternyata karena itu tidak selaras dengan keinginanNYA. “Sebab bukan keinginanku tapi keinginanNYA lah yang jadi”. Aku sering menginginkan sesuatu tetapi sesuatu itu ternyata tidak sesuai dengan keinginan Tuhan. Maka kalau keinginanku itu tidak terkabul di waktu yang aku inginkan, aku sudah memahami bahwa itu tidak tepat dengan keinginanNYA sesuai dengan waktuNYA. Waktu Tuhan pasti yang terbaik; terima sajalah…
Lalu bagaimana cara menselaraskan keinginan kita dengan keinginan Tuhan? Pertanyaan yang mudah kita sebutkan ini ternyata tidak mudah untuk dijawab apalagi dilakukan. Karena ini menyangkut pengenalan/pemahaman tentang keinginan Tuhan itu sendiri. Sama seperti sebuah pertemanan; agar lebih mengenal keinginan teman kita, maka kita harus dekat kepadanya dan membuka diri untuk belajar memahaminya; ini bukan pekerjaan yang mudah dan harus tetap kita lakukan sepanjang hidup. *Berita baiknya Tuhan Yesus mengenal kita full dan Maha Berbelas Kasihan kepada kita didalam keMaha KuasaanNYA.* _Doa tiap hari, membaca Alkitab & merenungkannya, melakukan titahNYA_ memang hal-hal yang bisa kita lakukan. Tapi sekali lagi ini mudah diucapkan atau dituliskan, tetapi tidak mudah untuk dilakukan. Maka akhirnya dengan mengingat segala dosa dan kelemahan kedagingan kita, _biarlah Dia Yang Berbelas Kasihan sajalah yang kiranya mengingat, menolong, dan mengangkat kita hanya semata-mata oleh belas kasihanNYA yang tidak terbatas dan tak berkesudahan._ Gimana menurut amang dan inang? Selamat hari Minggu✋🙏
(Tulisan diatas ribuan kaki perjalanan dari bandara Kualanamu menuju bandara Soekarno Hata)